Archive for the ‘relung’ Category
Friday, July 25th, 2008
Waktu memiliki keunikan tersendiri. Waktu bisa sangat berarti bagi kehidupan seseorang namun bisa tak berarti bagi kehidupan orang lain. Waktunya sama, namun efeknya bisa sangat berbeda. Setengah jam bagi yang baca buku dengan setengah jam buat nonton infotaintment beda kan maknanya...?
Yup, masing-masing dari kita dierikan waktu 24 jam sehari semalam. ...
Posted in relung | No Comments »
Thursday, July 24th, 2008
Hidup ini akan terasa susah jika kita menjalaninya dengan keluh kesah. Dan hidup ini menjadi indah kala kita isi hari-hari dengan syukur atas karunia Allah yang terlimpah. Sesak memang ujian hidup disikapi dengan ratapan penyesalan dan keluh kesah, bukannya masalah tambah terang, namun malah bertambh runyam. Sebaliknya hati lang dan ...
Posted in relung | No Comments »
Saturday, May 10th, 2008
Inna akramakum indallahi atqakum. Demikian Allah menunjukkan kepada kita hakikat mulia di sisi-Nya. Bukanlah yang paling mulia adalah yang paling kaya, atau yang paling tinggi jabatannya, yang paling cerdas, atau yang paling baik parasnya. Allah Maha Adil, sehingga siapapun tanpa pandang bulu, berkesempatan menjadi termulia. Allah tandaskan yang termulia di ...
Posted in relung | 1 Comment »
Friday, May 9th, 2008
Ingatanku kembali terngiang pada taujih Ustadz Ahmad Arqam sewaktu masih di Surabaya dulu. Yaah…, manusia bakal mengalami sekian banyak peristiwa dibarengi dengan sekian banyak pula permasalahan, silih berganti. Inilah yang kemudian menjadikan ritme kehidupan manusia dinamis.
Masalah adalah bumbu kehidupan. Rasanya gak rame kalo gak ada masalah, datar-datar saja…(Bukan berarti ...
Posted in relung | No Comments »
Thursday, May 8th, 2008
Nikmat. Yah, satu kata yang bisa digabung dengan kata “minum susu”-nikmat, atau kalo orang-orang kampung asal-usulku mengatakan “makan singkong bakar” pun-nikmat (yup,…karena saking susahnya mencari black forest, karena gak ada yang jualan, atau emang begitu berat merogoh kocek untuk memanjakan diri menikmati manis kue itu). Tapi nikmat kali ini kita ...
Posted in relung | No Comments »
Wednesday, May 7th, 2008
Wah, tak terasa tahun Masehi telah bertambah 1 digit. Pun demikian tahun Hijriyah hampir menapakkan langkahnya di ujung 1428 H. Sebagaimana seremonial-seremonial yang bisa kita cermati di akhir tahun Masehi, hiasan bunga api, bunyi-bunyian terompet dan begadang sampai pagi menandai terbitnya tahun baru Masehi, disuguhkan oleh para remaja negeri ini ...
Posted in relung | No Comments »
Tuesday, May 6th, 2008
Selamat Datang di gubug persinggahan tengah sawah
semilir angin membuai hijau ranau daun-daun padiku
sejuk, damai, nan menenangkan…
Posted in relung | No Comments »